Sri Mulyani Ternyata Pernah Dikejar-Kejar Petugas Pajak

27 Viewed admin5 0 respond
Sri Mulyani Ternyata Pernah Dikejar-Kejar Petugas Pajak
Sri Mulyani Ternyata Pernah Dikejar-Kejar Petugas Pajak

infokuberita.com – Sri Mulyani Ternyata Pernah Dikejar-Kejar Petugas Pajak – Sebagai Menteri Keuangan yang membawahi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Sri Mulyani Indrawati sangat tegas dalam hal penegakan pajak di Indonesia. Namun siapa sangka, Sri Mulyani juga pernah dikejar-kejar petugas pajak.

Pengalamannya dikejar oleh petugas pajak ketika dirinya masih berkerja di World Bank. Sri Mulyani yang kala itu menjabat sebagai Managing Director World Bank dikirimi surat oleh Ditjen Pajaknya Amerika Serikat yakni IRS (Internal Revenue Service), terkait besarnya uang di rekeningnya. Bahkan dia mengaku mendapatkan surat tersebut setiap tahun.

“Saya waktu di AS tentu saja menerima gaji, tiap tahun saya menerima surat dari IRS. Walaupun saya sudah mengatakan bahwa saya sebagai warga Indonesia dan pegawai di Bank Dunia adalah tidak subjek pajaknya. Tapi mereka otomatis begitu melihat di account ada suatu nilai yang cukup besar, karena gaji saya cukup besar, mereka langsung mengirim surat otomatis kepada saya bahwa kenapa anda punya account seperti itu,” akunya di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (13/3/2017).

Sri Mulyani Ternyata Pernah Dikejar-Kejar Petugas Pajak

Sri Mulyani Ternyata Pernah Dikejar-Kejar Petugas Pajak

Namun menurut Sri Mulyani dibalik pengalamannya tersebut ada hikmah yang bisa dipelajari, bahwa IRS bisa dengan cepat melakukan pemeriksaan tanpa diketahui oleh wajib pajak (WP). Hal itu lantaran IRS memiliki akses untuk membuka data nasabah perbankan di AS

“Hal-hal seperti itu yang seharunya Ditjen Pajak memiliki akses. Namun kita tidak ingin menganggap bahwa masyarakat yang memiliki account takut, karena Ditjen Pajak dalam mengakses bukan untuk mencari-cari kesalahan,” imbuhnya.

Single content advertisement top

Sebagai informasi, hari ini Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penandatangan nota kesepamahan (MoU). Salah satu poin yang disepakati terkait percepatan proses pembukaan data nasabah perbankan dalam hal rangka pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan, penyidikan dan penagihan pajak.

Tindak lanjut dari MoU tersebut diluncurkan pula dua aplikasi yakni Aplikasi Usulan Buka Rahasia Bank (Akasia) bagi internal Kementerian Keuangan dan Aplikasi Buka Rahasia Bank (AKRAB) bagi internal OJK. Melalui aplikasi tersebut, DJP tetap harus meminta izin terlebih dahulu kepada OJK untuk membuka data rahasia di perbankan. Namun dengan adanya aplikasi tersebut proses permintaan izin akan lebih cepat dan mudah.

Dengan kedua aplikasi tersebut kini pengungkapan data rahasia nasabah perbankan bisa dilakukan dalam waktu 14 hari. Meski Sri Mulyani belum begitu puas dengan waktu tersebut, dia memberi apresiasi. Sebab Ditjen Pajak harus memiliki data yang akurat ketika melakukan pemeriksaan terhadap harta yang dimiliki WP.

“Ditjen Pajak perlu membangun dan menjaga reputasi kredibilitasnya. Sehingga masyarakat merasa tugas konstitusi itu memang harus dilakukan bersama-sama dengan power atau otoritas yang menyertainya. Tetapi otoritas itu harus disertai dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab. Itu yang harus kita capai,” tegasnya.

sumber : detik

berita terkait : Lulung Dipecat, Sandiaga Enggan Campuri Internal PPP

berita dalam negri , Sri Mulyani Indrawati , Pernah Dikejar-Kejar Petugas Pajak , AKRAB , Otoritas Jasa Keuangan , MoU , Ditjen Pajak memiliki akses , wajib pajak , Internal Revenue Service , Managing Director World Bank

Don't miss the stories followPortal Berita & Gosip Terbaru and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Lulung Dipecat, Sandiaga Enggan Campuri Internal PPP

Lulung Dipecat, Sandiaga Enggan Campuri Internal PPP

Ada adegan ‘smackdown’ dalam rekonstruksi Diksar Mapala UII

Related posts
Your comment?
Leave a Reply