Minimalisir Kejahatan, Polisi Ingin Batasi Waktu Operasi Warnet

71 Viewed admin1 0 respond
Minimalisir Kejahatan, Polisi Ingin Batasi Waktu Operasi Warnet
Minimalisir Kejahatan, Polisi Ingin Batasi Waktu Operasi Warnet

infokuberita.com – Peristiwa pembunuhan di Cilincing, Jakarta Utara membuat polisi berpikir untuk melakukan pembatasan waktu operasi warung internet (warnet). Sebab, di warnet yang waktu operasinya terlalu panjang ada kecenderungan negatif yang dapat timbul.

“Kecenderungan negatifnya ada di warnet. Maka perlu pembatasan waktu. Sebab ada warnet yang beroperasi sampai dini hari bahkan ada 24 jam. Ini berpotensi melahirkan masalah kriminalistas,” kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Awal Cahiruddin di kantornya, Jalan Yos Sudarso, Jakut, Selasa (17/1/2017).

Single content advertisement top

Dia menambahkan, dalam upaya pembatasan waktu operasi warnet ini, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pihak kepolisian telah mengantongi indikasi penyalahgunaan warnet di luar manfaatnya sebagai ruang berselancar (browsing) di dunia maya.

“Pada faktanya, kalau mau lihat konteks warnet seperti ini, ada warnet yang beroperasi 24 jam. Kita minta pemkot bagaimana sih tempat bermain seperti warnet ini. Ini kan tempat browsing. Tapi ada yang jadi tempat pacaran. Mungkin juga buat minum miras, pacaran, seks bebas,” papar Awal.

Di luar pengawasan dari pihak pemprov, dia tetap mengharapkan peranan tiap orang tua untuk mengawasi anaknya. Sebab, menurutnya orang tua adalah lingkungan terdekat yang dapat memberikan pengawasan kepada setiap anaknya.

“Tetap saja kita kembali ke lingkungan terdekat, yaitu orang tua. Orang tua memiliki peran terdepan dalam melakukan pengawasan kepada setiap anaknya. Jadi kita juga mengharapkan orang tua berperan aktif dalam melakukan pengawasan,” papar Awal.

Untuk mendukung hal itu pun, Awal meminta anggotanya untuk menegur bila ditemui adanya siswa sekolah yang berkeliaran menggunakan pakaian seragam. Awal mengatakan personelnya akan melakukan operasi razia untuk mengantisipasi hal tersebut.

Minimalisir Kejahatan, Polisi Ingin Batasi Waktu Operasi Warnet

Minimalisir Kejahatan, Polisi Ingin Batasi Waktu Operasi Warnet

“Misalnya gini, mobil patroli kalau lihat pakaian sekolah kita lakukan peneguran. Sekarang kita berpikir kenapa anak jam sekolah berkumpul di suatu tempat. Mereka ada yang berkumpul di warung, rumah,” tambahnya,” tutur Awal.

“Harus kita tahu, apa yang dilakukan mereka? Mungkin miras, narkoba. Maka peranan orang tua harus ditingkatkan lagi. Harus ada regulasi yang lebih mengikat dalam memberikan peranan dalam pengawasan kepada para siswa,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, MA (17) memang mengenal Tomi (16) yang dibunuhnya pada Senin (16/1) sore. Diketahui, Tomi sempat berkenalan dengan MA di warnet.

Keduanya pun berteman dengan Dewi Fortuna di warnet. Berdasarkan keterangan polisi, Tomi sempat mengumpat di rumah Dewi sebelum akhirnya tewas ditikam oleh MA di Gang Taman, Jalan Kalibaru Barat IV, Cilincing, Jakut.

Tomi ditemukan tewas bersimbah darah di tempat kejadian perkara (TKP) tersebut. MA membunuh Tomi dilandasi oleh motif dendam karena sering memalaknya. MA terancam penjara selama 7 tahun karena dijerat pasal pasal 338 juncto pasal 351 ayat 3 KUHPidana.

berita terkait: Soal Ceramah ‘Jenderal Hansip’ Rizieq, Polisi Akan Panggil Ahli

sumber: detik.com

Don't miss the stories followPortal Berita & Gosip Terbaru and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Soal Ceramah 'Jenderal Hansip' Rizieq, Polisi Akan Panggil Ahli

Soal Ceramah ‘Jenderal Hansip’ Rizieq, Polisi Akan Panggil Ahli

Lapak Barang Bekas di Kebon Jeruk Terbakar

Lapak Barang Bekas di Kebon Jeruk Terbakar

Related posts
Your comment?
Leave a Reply