Main Mata Para Kepala Daerah di Kasus Perizinan yang Berujung Penjara

235 Viewed admin3 0 respond
Main Mata Para Kepala Daerah di Kasus Perizinan yang Berujung Penjara
Main Mata Para Kepala Daerah di Kasus Perizinan yang Berujung Penjara

infokuberita.com – Vonis Mahkamah Agung (MA) kepada mantan Bupati Sampang, Noer Tjahja, menambah daftar para kepala daerah yang masuk penjara. Mereka meringkuk di bui karena main mata terkait kewenangan mengurus perizinan proyek di wilayahnya.Berikut sebagian daftar para kepala daerah yang terjerat kasus korupsi terkait perizinan sebagaimana dirangkum detikcom, Selasa (29/3/2016).

Main Mata Para Kepala Daerah di Kasus Perizinan yang Berujung Penjara

Main Mata Para Kepala Daerah di Kasus Perizinan yang Berujung Penjara

1. Bupati Bogor
KPK mencokok Bupati Bogor Rachmat Yasin dari rumahnya di Perumahan Yasmin, Bogor, pada 7 Mei 2014 malam. Ia ditangkap terkait izin Rancangan Umum Tata Ruang di Bogor, Puncak, dan Cianjur. Rachmat mengeluarkan izin alih fungsi hutan untuk perumahan elite yang dikelola PT Bukit Jonggol Asri dengan kompensasi mendapatkan uang panas sebesar Rp 5 miliar. Pengadilan Tinggi (PT) Bandung menyebut alih fungsi hutan di kawasan Bogor ini pula yang memicu banjir di Jakarta. Di kasus ini, menyeret pula pihak-pihak lain dan mereka dihukum:

Single content advertisement top

a. Rachmat Yasin dihukum 5,5 tahun penjara.
b. Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng yang juga Komisaris Utama PT Bukit Jonggol Asri (PT BJA) dihukum 5 tahun penjara. Swie Teng tengah mengajukan peninjaun kembali (PK).
c. FX Yohan Yap, kurir uang suap perusahaan dihukum 5 tahun penjara.

2. Bupati Lombok Barat
Zaini ditangkap KPK pada Mei 2015 karena memeras pengusaha yang hendak melakukan investasi wisata. Zaini akan memberikan izin, asalkan ada imbal baliknya. Zaini meminta sejumlah uang dan berbagai barang lainnya seperti kendaraan, jam tangan Rolex, uang tunai dan tanah.

Pengadilan Tipikor Denpasar menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara kepada Zaini. Hukuman ini diperberat oleh Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar dengan menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara Zaini.

Bupati Lombok Barat sebelumnya, Iskandar, juga terseret kasus korupsi pada tukar guling tanah dan bangunan eks kantor Bupati Lombok Barat pada 2004. Kasus ini dihentikan karena Iskandar sakit permanen. Iskandar meninggal dunia pada Januari 2010.

3. Bupati Buol
Bupati Buol, Amran Batalipu, juga terseret korupsi di kasus perizinan tanah untuk usaha sawit. Kasus ini menyeret salah satu konglomerat di Indonesia, Hartati Murdaya, di mana perusahannya yang melakukan penyuapan tersebut. Suap dilakukan agar keluar izin perkebunan di Kecamatan Bukal Kab. Buol Sulawesi Tengah. Atas kejahatan tersebut, Amran dihukum 7,5 tahun penjara dan Hartati dihukum 2 tahun 8 bulan penjara.

4. Bupati Karawang
Bupati Karawang nonaktif, Ade Swara, dan istrinya yang juga anggota DPRD setempat, Nurlatifah, dihukum 7 tahun dan 6 tahun penjara. Ade memeras Aking Saputra, CEO PT Tatar Kertabumi dalam rangka penerbitan Surat Persetujuan Pemanfaatan Ruang (SPPR). Selain dikenakan tindak pidana korupsi, keduanya juga dikenakan pasal pencucian uang.

5. Bupati Bangkalan
Bupati Bangkalan 2003-2013 dan Ketua DPRD Bangkalan 2014-2019, Fuad Amin, juga bermain-main dalam proses izin tambang migas di daerahnya. Salah satunya meminta sejumlah uang dari Direktur PT Media Karya Sentosa Antonius Bambang Djatmiko. Mereka yang dihukum di kasus ini adalah:

a. Antonius dihukum 4 tahun penjara. Peran sebagai penyuap Fuad Amin.
b. Abdur Rouf dihukum 5 tahun penjara. Perannya adalah orang kepercayaan Fuad untuk mengambil uang dari Bambang.
c. Fuad Amin dihukum 13 tahun penjara dan asetnya sebanyak Rp 250 miliar disita. Vonis Fuad masih diuji di tingkat kasasi

5. Gubernur Riau 2013-2019
Belum genap setahun memimpin Riau, Annas Maamun dicokok KPK. Gara-garanya, ia menerima sejumlah uang dari pengusaha untuk mengurus izin perambahan hutan. Kakek berusia 75 tahun itu akhirnya dihukum 7 tahun penjara.

6. Gubernur Riau 2008-2013
Rusli Zainal mengeluarkan izin kehutanan terhadap sembilan perusahaan. Belakangan perizinan itu penuh dengan aroma korupsi sehingga negara mengalami kerugian Rp 265 miliar. Rusli juga terbukti melakukan korupsi bersama-sama dalam kasus Pekan Olahraga Nasional dengan memberi uang kepada sejumlah anggota DPRD sebesar Rp 900 juta. Rusli juga menerima uang Rp 500 juta dari kontraktor pembangunan venue PON. Mahkamah Agung (MA) kemudian menjatuhkan hukuman 14 tahun kepada Rusli Zainal. Hak politis Rusli Zainal juga dicabut.

7. Bupati Sampang
Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi Noer Tjahja dan tetap dihukum 5 tahun penjara. Bupati Sampang, Jawa Timur (Jatim) 2008-2013 itu main mata dalam perizinan eksplorasi migas di wilayahnya.

sumber: detik

artikel terkait:  Mahasiswi todongkan senjata bikin heboh Bandara Soekarno-Hatta

berita dalam negeri, berita indonesia, berita nasional

Don't miss the stories followPortal Berita & Gosip Terbaru and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Mahasiswi todongkan senjata bikin heboh Bandara Soekarno-Hatta

Mahasiswi todongkan senjata bikin heboh Bandara Soekarno-Hatta

Pelaku Penembakan di Gedung Capitol Tepergok Saat Lewati Pemeriksaan

Pelaku Penembakan di Gedung Capitol Tepergok Saat Lewati Pemeriksaan

Related posts
Your comment?
Leave a Reply