Kisah Tragis Karim Dimakan Buaya

322 Viewed admin1 0 respond
kisah-tragis-karim-dimakan-buaya
kisah-tragis-karim-dimakan-buaya

Kejadian buaya memakan orang di Tanjabbar pekan lalu menyisakan cerita miris. Beberapa anggota tubuh Abdul Karim (50) warga Parit II, RT.06, Desa Kemuning, Bram Itam, Tanjabbar, ditemukan di dalam perut buaya sepanjang empat meter itu. Isteri Karim, Misiah (45), ketika itu baru pulang dari membakar arang. Sekonyong-konyong dia mendengar suara teriakan orang minta tolong. Dia lantas mendekati sumber suara, namun tidak ada orang. Misiah lalu menanyakan Karim pada anaknya mereka.

Misiah dan anak pertamanya lalu pergi mencari Karim ke sungai. Tapi di sana hanya ditemukan lampu senter milik Karim. Mereka lantas melapor ke perangkat RT. Bersama warga akhirnya seisi kampung sibuk mencari Karim, menyisiri anak sungai sejauh satu kilometer. Saat penyisiran itulah warga menemukan tanda-tanda dan jejak buaya. Mereka juga mendengar ada suara di dalam semak belukar. Bahkan, di kawasan Padang Piyai ditemukan tanda bekas buaya naik ke darat dan rambut. Sekitar 50 meter dari sana ditemukan lagi gumpalan daging.

Single content advertisement top

Karena kondisi gelap, warga akhirnya menunda pencarian sampai keesokan harinya. Mereka sudah yakin Karim menjadi mangsa buaya berdasarkan temuan-temuan tadi. Warga setempat, Syahran, menyatakan, pagi harinya mereka berhasil menemukan buaya yang diduga memakan Karim. Meski buaya sudah ditangkap, warga terus melanjutkan pencarian Karim bersama kepala desa dan polisi.

Buaya itu ditangkap dengan tombak khusus. Mulut dan ekornya diikat. Semula warga ingin langsung membelah perutnya. Dua jam berselang barulah jasad Karim ditemukan. Kondisinya sudah tidak utuh. Kedua tangannya hilang, isi perut keluar, dan kakinya patah. Setelah pemakaman, barulah warga dan keluarga minta perut buaya itu dibelah untuk mengambil bagian tubuh Karim. Awalnya pihak BKSDA Jambi ingin membawa buaya itu ke Jambi, tapi warga dan pihak keluarga ngotot ingin membelahnya.

Setelah ada kesepakatan dengan BKSDA, disaksikan Camat Bram Itam Dirwandi, aparat desa dan polisi, buaya tersebut akhirnya dibunuh. Kedua tangan Karim ditemukan terpotong-potong di dalam perut buaya. Begitu juga isi perutnya.Sisa potongan tangan itu kemudian dikubur. “Kami sudah minta pendapat para alim ulama, potongan tangan itu harus dikuburkan,” kata Camat Dirwandi.

 

Minggu (12/4) pagi,Kepala Desa Kemuning, Santoso, bersama warga menggunakan pompong mengevakuasi bangkai buaya tersebut ke dermaga desa. Di sana sudah menunggu tim BKSDA yang membawanya ke Kota Jambi sebagai barang bukti dan penyelidikan.Bangkai buaya itu akan dimusnahkan agar tidak dikomersilkan,” kata Santoso. Santoso berharap ada penanganan serius dari pemerintah daerah terhadap persoalan buaya ini. Diduga masih banyak buaya di desa mereka. Santoso minta buaya-buaya itu ditangkap dan dipindahkan agar warga tidak resah.

Harapan serupa disampaikan adik kandung Karim, M. Soleh. Dia minta buaya-buaya yang masih tersisa segera dievakuasi dari desa mereka. Warga khawatir dan sangat takut peristiwa itu terulang lagi. Warga Desa Kemuning, Aan, mengaku sering melihat buaya berjemur di tepi sungai. Buaya yang memakan Abdul Karim sering melintas di anak sungai Desa Kemuning. Selama ini buaya itu tidak pernah mengganggu. (infojambi.com)

Kisah Tragris, Buaya, Memakan Orang, Perut Buaya, Sepanjang, Empat Meter, kawasan, Padang Piyai, gumpalan daging, tangan Karim, ditemukan, terpotong-potong, didalam, perut buaya,

 

Don't miss the stories followPortal Berita & Gosip Terbaru and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Serangan Orang Misterius Membuat Ibu dan Anak Alami Luka Bakar Serius di Wajah

Serangan Orang Misterius Membuat Ibu dan Anak Alami Luka Bakar Serius di Wajah

Mama... Teriakan Terakhir Angeline Sebelum Tewas Dibunuh Agus

Mama… Teriakan Terakhir Angeline Sebelum Tewas Dibunuh Agus

Related posts
Your comment?
Leave a Reply