Dikecam Soal Hukuman Mati, Presiden Baru Filipina Sebut Aktivis HAM Bodoh

175 Viewed admin3 0 respond
Dikecam Soal Hukuman Mati, Presiden Baru Filipina Sebut Aktivis HAM Bodoh
Dikecam Soal Hukuman Mati, Presiden Baru Filipina Sebut Aktivis HAM Bodoh

infokuberita.com – Presiden baru Filipina Rodrigo Duterte melontarkan kata-kata keras terhadap para aktivis HAM yang menentang hukuman mati terhadap para pelaku kejahatan. Duterte menegaskan bahwa hukuman mati merupakan ganjaran dan menyebut para aktivis HAM tersebut “bodoh”.
Hal tersebut disampaikan Duterte saat berpidato di kota asalnya, Davao untuk menjabarkan visi-visinya bagi negara setelah dilantik nanti. Dalam pidato tersebut, Duterte menekankan fokusnya pada rencana kontroversialnya untuk memerangi kejahatan.

“Kelompok-kelompok HAM ini, para anggota kongres, betapa bodohnya kalian!” seru Duterte saat menyinggung kritikan mereka atas rencananya untuk memberlakukan kembali hukuman mati.

Dikecam Soal Hukuman Mati, Presiden Baru Filipina Sebut Aktivis HAM Bodoh

Dikecam Soal Hukuman Mati, Presiden Baru Filipina Sebut Aktivis HAM Bodoh

“Saya percaya pada retribusi. Mengapa? Anda harus membayar. Ketika Anda membunuh seseorang, memperkosa, Anda harus mati,” cetus pria berumur 71 tahun itu seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (27/6/2016).

Duterte memenangi pemilihan presiden bulan lalu, setelah banyak berkampanye mengenai tekadnya untuk menghentikan kejahatan yang marak di negeri itu. Dia menjanjikan bahwa ratusan ribu pelaku kejahatan akan tewas, dengan aparat keamanan diberikan izin untuk menembak mati para pelaku kejahatan.

Duterte bahkan berjanji akan memberikan hadiah uang bagi para polisi yang membunuh para pengedar narkoba. Duterte juga mendorong warga negara biasa untuk membunuh atau menangkap para pelaku kejahatan.

Single content advertisement top

“Ketika mereka menyebut atau menggolongkan seorang pelanggar HAM, orang-orang bodoh ini membuat seakan orang-orang yang Anda bunuh adalah orang-orang suci, seolah-olah mereka menyedihkan atau tidak bersalah,” tutur Duterte.

Sebelumnya, kepala HAM PBB Zeid Ra’ad Al Hussein menyerukan Duterte untuk tidak memberlakukan kembali hukuman mati. Dia juga mengkritik rencana-rencana Duterte untuk memerangi kejahatan.

“Tawaran uang dan hadiah lainnya untuk pembunuhan oleh warga, dan imbauan dia (Duterte) atas pembunuhan di luar hukum oleh pasukan keamanan, adalah langkah-langkah mundur yang masiv dan merusak, yang bisa memicu kekerasan luas dan kekacauan,” tutur Zeid.

sumber: detik

artikel terkait:  David Cameron Mundur, Eks Wali Kota London Diprediksi Jadi Penggantinya

berita luar negeri, berita international, berita nasional

Don't miss the stories followPortal Berita & Gosip Terbaru and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Mendagri Imbau Rumah Sakit dan Puskesmas Beli Vaksin dari Distributor Resmi

Mendagri Imbau Rumah Sakit dan Puskesmas Beli Vaksin dari Distributor Resmi

KPK Tangkap Tangan Anggota DPR

KPK Tangkap Tangan Anggota DPR

Related posts
Your comment?
Leave a Reply